Perbaiki Sistem Penyelenggaraan Haji

  • By Efrie
  • 2015-11-16 10:12:23

DIBERLAKUKANNYA sistem e-hajj oleh pemerintah Arab Saudi, mau tidak mau membuat pemerintah Indonesia harus segera memperbaiki sistem penyelenggaraan haji yang ada saat ini. Pasalnya jika itu tak dilakukan, dikhawatirkan bakal berdampak secara komprehensif terhadap penyelenggaraan haji tahun 2016 mendatang.

Apalagi selama pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2015 yang baru saja berakhir, terdapat sejumlah catatan dan evaluasi yang harus mendapat perhatian dari semua stakeholders, termasuk dari Kementerian Agama sebagai pihak yang memiliki kewenangan penuh dalam penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Air.

Tak berlebihan jika kemudian, Sekretaris Jenderal Kemenag, Nur Syam berharap, sistem penyelenggaraan haji untuk ke depannya harus segera diperbaiki mungkin sistemya yang akan disamakan, atau pun sistemnya yang akan dibenahi. Ini terkait dengan sistem dari pemerintah Arab Saudi yang memang telah memberlakukan e-hajj.

Menurutnya, masih ada beberapa catatan ke depan yang harus diperbaiki. Seperti terkait upaya membangun kompaktabilitas e-hajj dengan Siskohat terkait keterlambatan visa, karena keterlambatan visa tidak dirasakan oleh jemaah haji Indonesia saja tetapi juga dirasakan oleh jemaah haji dari Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.

“Ke depan harus segera diperbaiki mungkin sistemnya yang disamakan, sistemnya dibenahi saya rasa masih ada waktu,” ucap Nur Syam kepada wartawan Media Center Haji usai pelepasan kloter terakhir jemaah haji Indonesia di Hotel Fayroz Al Khair Madinah, seperti yang dikutip “GM” dari kemenag.go.id, Kamis (29/10).

Selain itu, lanjut dia, adalah membangun satu tim penyelenggara ibadah haji yang lebih hebat dan lebih bagus, dalam rangka menanggulangi peristiwa-peristiwa yang tidak terduga semacam jatuhnya crane, atau pun musibah Mina yang ini menjadi catatan khusus di Kemenag.
“Akan disiapkan solusi-solusi yang terkait bagaimana menagani semacam ini, sehingga kita sudah siap menaggulangi masalah-masalah yang terjadi terhadap jemaah haji kita. Ke depannya juga tidak hanya kualitas haji kita yang semakin bagus tapi juga kenyamanan dan perlindungan terhadap jemaah haji, juga menjadi tanggungjawab yang luar biasa dari Kemenag dan PPIH,” jelasnya.

Digelar November

Kementerian Agama rencananya akan melaksanakan evaluasi haji secara nasional untuk terus meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia. Berbagai masalah akan menjadi bahan pembahasan penting pada evaluasi penyelengaraan haji tahun 2015 ini.
“Evaluasi penyelenggaraan haji rutin kami selenggarakan, rencananya pada 3-5 November 2015,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Ahda Barori di Jakarta.

Menurut Ahda, evaluasi haji dilaksanakan lebih cepat, untuk memperoleh masukan tentang masalah maupun kendala yang terjadi pada penyelenggaraan haji tahun ini. Dengan demikian diharapkan masalah yang muncul pada operasional haji tahun ini tidak terulang lagi.
“Yang menjadi kendala kita inventarisasi, seperti masalah visa haji. Memang masalah ini karena penerapan e-hajj pada tahun pertama. Wajar kalau ada kendala sebagai sesuatu yang baru,” kata Ahda.

Meski demikian lanjut dia, seluruh jemaah haji Indonesia berangkat ke Tanah Suci. “Tidak ada yang gagal berangkat karena visa, kalaupun ada yang gagal berangkat, itu karena faktor lain seperti meninggal dunia atau sakit parah yang tidak mungkin berangkat,” ujarnya.
Ahda mengatakan, evaluasi haji akan diikuti peserta dari berbagai instansi terkait dengan layanan haji. (efrie ch/”GM”)**

Baca Juga