5 Pasti Umrah Jaminan Kenyamanan

  • By Efrie C
  • 2015-11-16 10:15:15

HARUS diakui, animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah tahun ini begitu tinggi. Berdasarkan catatan sejak 1 Januari hingga 16 April menyebutkan, jumlah jemaah umrah mencapai 21.425 orang. Rata-rata setiap pekan ada sekitar 1.500 jemaah umrah berangkat ke Arab Saudi. Kantor Urusan Haji (KUH) pemerintah Indonesia di Jeddah melaporkan, data jemaah umrah hingga 16 April tercatat sebanyak 21.425 orang.

Jemaah ini berangkat dengan 85 unit travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Data ini meningkat jika dibandingkan rekapitulasi per 2 April yang tercatat sebanyak 17.701 jemaah umrah. Melihat laporan umrah yang dilansir KUH itu, dalam rentang 14 hari (2-16 April) jumlah jemaah umrah dari Indonesia tercatat mencapai 3.724 orang. Atau rata-rata ada 266 jemaah umrah yang terbang ke Arab Saudi setiap harinya. Jumlah jemaah umrah ini diprediksi semakin banyak selama bulan puasa, awal Idulfitri, dan hari-hari besar keagamaan Islam lainnya, serta hari libur sekolah.

Banyaknya jumlah perjalanan umrah ini diakui Inspektorat Jenderal Kemenag, M. Jasin berpotensi menimbulkan masalah. Untuk itu dia berharap masyarakat berhati-hati dalam memilih travel umrah. ”Supaya aman, jangan sungkan-sungkan mencari informasi di Kemenag travel umrah mana saja yang rekam jejaknya baik, aman, dan terpercaya,” kata dia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menuturkan, penipuan umrah banyak sekali bentuknya. Yang paling sering adalah, jemaah umrah gagal berangkat, padahal sudah menyetor sejumlah uang ke pihak travel. Kemenag sering menerima laporan calon jemaah umrah gagal berangkat padahal sudah berada di bandara.

Terkait upaya tersebut, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah, Muhajirin Yanis beberapa waktu lalu juga menyampaikan, agar masyarakat perlu untuk memastikan 5 (lima) hal agar tidak tertipu dengan janji dan harga murah yang ditawarkan penyelenggara umrah. Ke-5 (lima) pasti: (1) Pastikan travel berizin klik Daftar Penyelenggara Umrah Berizin, (2) Pastikan penerbangan dan jadwal keberangkatan, (3) Pastikan program layanannya, (4) Pastikan hotelnya, dan (5) Pastikan visanya.

Jangan anggap enteng

Kementerian Agama meluncurkan program "5 Pasti Umrah" sebagai sosialisasi bagi masyarakat dalam memilih dan mengikuti paket ibadah ke Tanah Suci. Program ini berisi lima tips bagi calon jemaah untuk memastikan paket dan perjalanan yang dipilihnya bukanlah penipuan, dan menjamin kenyamanan beribadah.

Berikut penjelasannya, tips pertama dalam program tersebut adalah "Pastikan biro travel berizin". Kementerian menyediakan akses informasi secara terbuka dalam situs resmi yang berisi daftar seluruh biro travel umrah dan haji yang telah mendapat izin. Hanya biro travel yang memenuhi persyaratan termasuk fasilitas di Tanah Suci yang dapat izin.

Kalau tak terdaftar, berarti tak berizin. Jangan beli paket dari travel itu meski murah. Kementerian juga melarang keras praktek penitipan pendaftaran travel dan memastikan sanksi. Travel tak berizin tak boleh menumpang nama di travel berizin dalam menjaring jemaah. Kedua travel tersebut bisa diberi sanksi dari teguran hingga pidana.

Tips kedua, "Pastikan waktu keberangkatan dan kepulangannya". Banyak masalah yang muncul yaitu jemaah umrah tak bisa kembali ke tanah air karena tiket pulang tak ada. Travel seolah tak bertanggung jawab setelah jemaah berada di Tanah Suci. Dalam program tips ini, masyarakat diminta mengecek tanggal, waktu, dan tiket keberangkatan serta kepulangan. Normalnya, perjalanan udara menuju Arab Saudi sekitar sembilan jam. Masyarakat diimbau untuk memilih travel yang memesankan tiket penerbangan langsung. Jika memang harus transit, kementerian mengimbau masyarakat memastikan waktu transit dan penerbangan lanjutan dengan pesawat yang sama.Waktu keberangkatan itu maksimal satu bulan setelah resmi mendaftar.

Tips ketiga, "Pastikan harga dan fasilitas pelayanannya". Semakin murah biaya umrah tentu berpengaruh pada jenis fasilitas yang akan didapat. Jangan percaya paket murah yang menjanjikan fasilitas mahal. Jangan juga percaya paket yang sangat murah karena kemungkinan tak memikirkan pelayanan selama ibadah, misalnya lokasi sangat jauh dari penginapan ke tempat ibadah. Jangan pakai yang paket investasi, kalau mereka hilang akan sulit. Paket yang harus didapat jemaah itu konsumsi, transportasi, guide, asuransi, dan manasik.

Tips keempat, "Pastikan hotel atau penginapan". Kementerian meminta calon jemaah untuk memastikan tempat penginapan sesuai standard yaitu minimal bintang tiga. Selain itu, lokasinya tak boleh lebih dari satu kilometer dari tempat ibadah. Meski demikian, dari seluruh paket yang ada, masyarakat diminta mempertimbangkan soal biaya dan usia. Kalau sudah lanjut usia lebih baik pilih yang agak mahal supaya lokasi penginapan lebih dekat.

Tips kelima, "Pastikan visa umrah". Perlu diketahui, visa hanya dikeluarkan perwakilan Pemerintah Arab Saudi di Indonesia. Hanya beberapa travel resmi yang memiliki izin untuk mengurus visa tersebut. Travel yang tak bisa menjamin visa berpotensi penipuan. Calon jemaah harus memastikan telah mendapat visa resmi minimal tiga hari sebelum berangkat. Kalau visanya tak resmi atau kedaluarsa, maka berpotensi ditangkap dan dipulangkan.

Terhadap pelanggaran yang terjadi, Kemenag sudah bekerja sama dengan Bareskrim untuk menindaklanjutinya. Penegakan hukum dilakukan sesuai dengan 4 Aksi Nyata Dalam Reformasi Umrah, yaitu: Pertama, Penegakan Hukum; Kedua, Penandatanganan Pakta Integritas; Ketiga, Gerakan 1.000 Stiker Umrah (lima pasti); dan terakhir, Pembentukan Panitia Khusus. (efrie ch/”GM”)**

Baca Juga